Postingan

Menampilkan postingan dengan label KUMPULAN KISAH NYATA JIMIB

KUMPULAN KISAH NYATA JIMIB - KISAH #10 : SUPERMARKET ANGKER BAGIAN 3

<<CERITA SEBELUMNYA   Banyak orang bilang kalau hantu atau semacamnya tidak ada di siang hari, seperti dua cerita sebelumnya yang terjadi ketika malam. Namun cerita satu ini membuktikan kalau pendapat tersebut salah.   Ini dia ceritanya :   Pukul 10 pagi, para karyawan supermarket angker tengah bersiap untuk buka.   Dua karyawati sedang sibuk berbenah di loket pelayanan pelanggan. Di dekat mereka ada dua karyawati lain di kassa beserta seorang manajer.   Cukup banyak orang, bukan?   Tiba-tiba sebuah tempat sampah plastik yang ada di lantai loket pelayanan pelanggan terlempar ke udara dengan sendirinya.   Dua karyawati di loket pelayanan pelanggan yang menyaksikan itu tepat depan mata mereka pun saling tatap. Sontak mereka memberitahu ke 3 orang lain yang berada di dekat situ.   Saat dipastikan rekaman CCTV-nya memang betul tempat sampah plastik itu terlempar dengan sendirinya, terlemparnya juga cukup tinggi, kira-kira dua meter di udara. ...

KUMPULAN KISAH NYATA JIMIB - KISAH #9 : SUPERMARKET ANGKER BAGIAN 2

<<BAGIAN SEBELUMNYA   Cerita lainnya lebih aneh lagi. Kali ini dialami oleh karyawan supermarket itu sendiri, begini ceritanya :   Karyawan yang ia ceritakan ini—sebut saja— Anwar, sedang mengobrol dengan rekan kerjanya di area penjualan saat ia mendapat panggilan dari—sebut saja—Pak Joni melalui handy talkie.   "Ada pelanggan satu orang di lorong 8, pake baju merah, tolong didampingin ."   Ia pun segera menuju ke sana, namun tak menemukan siapa pun di tempat yang dimaksud. Satu-satunya pelanggan dekat situ cuma Ibu-ibu berbaju hitam, itu pun baru didampingi oleh rekannya tadi.   "Di sebelah mana?" tanya Anwar melalui handy talkie.   Pak Joni yang memantau dari ruang CCTV pun memberi arahan sekali lagi dengan lebih rinci mengenai lokasi keberadaan pelanggan tersebut, namun Anwar terlihat hanya mondar-mandir saja dari monitor. Tiga kali diberi arahan pun, ia masih saja mondar-mandir.   "Itu di depan lu pisan ! emangnya itu bukan pelanggan, apa!?...

KUMPULAN KISAH NYATA JIMIB - KISAH #8 : SUPERMARKET ANGKER BAGIAN 1

   Mendengar cerita-cerita seram dari seorang rekan kerja wanita yang baru beberapa hari dipindah ke tempat kerjaku itu sungguh membuatku tertarik.   Bagaimana tidak, pengalaman mistis biasanya terjadi di tempat sepi, sangat jarang terjadi di tempat ramai orang seperti di supermarket. Nampaknya tempat kerja terdahulunya itu—sebut saja—diselimuti energi negatif yang luar biasa kuat sampai-sampai membuat usaha di dalamnya gulung tikar.   Beginilah salah satu cerita yang kudengar darinya :   Sekitar jam 8 malam, suasana supermarket itu cukup ramai, kira-kira ada 10 pelanggan dan 8 karyawan di dalamnya.   Seorang wanita berusia 30 tahunan, berpostur tinggi semampai, dan berparas cantik nampak sedang melihat-lihat barang dagangan di area paling ujung. Tak jauh darinya, seorang karyawan sedang merapikan barang yang dipajang.   15 menit kemudian, si wanita menghampiri karyawan tersebut dengan raut wajah yang gelisah.   "Mas."   "Iya, Mbak, bisa diba...

KUMPULAN KISAH NYATA JIMIB - KISAH #7 : SI CANTIK

  Seorang temanku yang habis dari toilet sekolah di lantai dua pada malam hari, berpapasan dengan—sebut saja—Pak Ali di tangga.    "Kalau ke WC yang di situ numpang-numpang dulu, nanti ada si cantik ."   Si cantik.   Mendengar nama itu saja sudah membuat bulu kuduknya merinding.   Mereka memang sedang menginap di sekolah bersama 3 orang siswa & seorang guru lainnya lantaran ada acara ekskul esok hari.   Belakangan, temanku baru tahu kalau Pak Ali memang selalu mengait-ngaitkan fenomena supranatural di sekolah dengan si cantik ini. Entah itu kesurupankah, penampakankah, ia selalu bilang karena ulah si cantik. Beberapa murid mengira kalau guru mereka itu hanya menakut-nakuti dengan maksud bercanda, namun ada pula yang membenarkan.   Seperti kejadian di mana seorang siswi tiba-tiba berteriak di kelas lalu memarahi salah satu teman sekelasnya dengan gaya bicara yang tak wajar, Pak Ali bilang itu ulah si cantik. Siswi tersebut mengatakan ingin ke t...

KUMPULAN KISAH NYATA JIMIB - KISAH#6 : JENDELA TANPA TIRAI

Gambar
   Sebut saja—Sari yang baru pindahan satu bulan, mengajak teman sekelasnya,—sebut sajak—Eri, untuk menginap malam itu.   Sekitar jam 9 malam, Eri minta ditemani ke toilet karena takut ke sana sendirian—lebih tepatnya, takut akan kondisi dapur yang bersebelahan dengan toilet.   Entah apa yang dipikirkan pemilik rumah terdahulu sampai-sampai membuat jendela berukuran kira-kira 1x1 meter tanpa tirai maupun kaca di dapur itu, bahkan teralisnya tak rapat. Mungkin pemandangan hijau dan sawah di kejauhan tampak bagus dari atas lereng setinggi 2 meter ini saat siang hari, namun justru mencekam di saat malam. Begitulah yang dipikirkan Eri.   "Eh, itu apa, sih? ada putih-putih," tanya Eri seusai dari toilet.   "Enggak, ah, paling kain. "    Penasaran dengan sesuatu yang sudah ada di sebelah luar jendela itu semenjak kedua gadis remaja ini masuk dapur, mereka pun memberanikan untuk sedikit menengok.   "AAA!!"   Keduanya berhamburan ke luar rumah s...

KUMPULAN KISAH NYATA JIMIB - KISAH #5 : YANG BERGERAK DI ANTARA TUMPUKAN PAKAIAN

Gambar
  Kejadian ini baru kualami beberapa minggu lalu sebelum menuliskan ini.   Jujur kuakui terkadang diriku terlalu sibuk sehingga malas untuk sekadar merapikan pakaian yang baru selesai dijemur, sampai-sampai menggunung begitu saja pada rak gantung pakaian di kamarku, tanpa digantung menggunakan hanger satu pun. Sepertinya karena kebiasaan memalukan inilah aku mengalaminya.   Kejadiannya berawal dari sebuah mimpi bertemu seorang yang sudah meninggal. Saking nyatanya mimpi tersebut, diriku di dalam mimpi sempat berpikiran kalau itu nyata. Namun begitu terbangun, terjadi sesuatu yang jauh lebih janggal.   Ada sesuatu yang samar bergerak-gerak di antara tumpukan pakaian itu ....   Kadang seorang salah mengenali suatu obyek saat bangun tidur, seperti selimut yang nampak sebagai kucing misalnya. Yang kualami bukanlah hal semacam itu, aku yakin karena semakin kupertegas pandangan, sosok tersebut perlahan-lahan semakin jelas di antara suasana kamar berpenerangan lampu ti...

KUMPULAN KISAH NYATA JIMIB - KISAH #4 : APA YANG BISA MEMBUAT SEORANG PRIA DEWASA MENANGIS

  Suatu sore di sebuah kantor,—sebut saja—Roy dan Mahdi tengah duduk sambil ngobrol-ngobrol santai sambil menunggu jam pulang. Seluruh pekerjaan sudah kelar di hari itu, atasan mereka pun tidak menegur karena biasanya para karyawan sangat bekerja keras hingga malam.   "Sebentar, ya,"  s ang atasan yang santai itu memanggil Mahdi untuk menanyakan hal terkait pekerjaan, namun bukan sesuatu yang gawat, urusan tersebut tidak sampai 1 menit.   Ketika hendak kembali ke tempat duduknya, dilihatnya Roy setengah berlari dan menutup pintu dengan cukup kencang, nyaris membuat seisi ruangan terkaget. Gelagatnya itu sungguh mengherankan. Bukan seperti sedang usil, melainkan nampak seolah lari dari kejaran seseorang, padahal tak ada yang mengejarnya.   Mahdi pun lekas menyusulnya ke ruang sebelah. Di ruang sebelah, Roy terlihat masuk ke dalam toilet, kemudian terdengar suara tangisan.   Pikir Mahdi, mungkin ia habis mendapat kabar buruk dari kampung halaman karena itulah...

KUMPULAN KISAH NYATA JIMIB - KISAH #3 : LANTAS, TADI ITU SIAPA ...?

   Karena salah satu karyawannya sakit selama dua hari, minimarket di Jalan Wisteria meminjam seorang karyawan dari minimarket di Jalan Anyelir untuk satu hari. Saling pinjam karyawan seperti ini memang biasa terjadi antarminimarket berperusahaan sama.   Sebut saja namanya, Norman, ialah yang jadi karyawan pinjaman di sana saat itu. Ia bertugas shift pagi dan ditugaskan lebih berfokus merapikan gudang minimarket.   Lantai dasar minimarket itu merupakan area penjualan satu ruangan beserta kasirnya, sementara lantai dua hanya ada dua ruangan, yakni toilet dan gudang.   Sedari pagi, hanya sesekali Norman turun ke lantai dasar melalui anak tangga yang merupakan satu-satunya jalan penghubung gudang di lantai dua dan area penjualan di lantai dasar. Hingga tanpa terasa, hari sudah menjelang sore saat ia sedang menyiapkan beberapa barang dagangan minimarket untuk dipajang kemudian di lantai dasar.   Clek, clek, clek.   Sebut saja ibu Ani, ia tiba di lantai dua...

KUMPULAN KISAH NYATA JIMIB - KISAH #2 : SISIK ULAR

  Tetanggaku memiliki sebuah usaha pangkas rambut sederhana tepat di pinggir jalan raya saat aku masih SMP, namun pindah tempat beberapa tahun setelahnya.   Aku biasa memangkas rambutku di situ sekiranya sebulan sekali, atau sekadar nongkrong-nongkrong bersama teman-teman di sore hari seperti kebiasaan kebanyakan remaja belasan kala itu.   Suatu hari, saat sedang memangkas rambut di sana, diriku baru tersadar kalau ada sesuatu yang janggal.   Tetanggaku memang biasa memampang foto-foto di dinding dekat cermin, namun ada satu foto yang baru kulihat. Foto itu langsung membuatku bergidik seketika.   Ia berdiri seorang diri di foto tersebut dalam sebuah ruangan polos bercat putih, ada sesuatu yang panjang dan berwarna hijau di bagian pojok kiri atasnya, nyaris menutupi seperempat foto. Obyek besar tak dikenal itu sedikit transparan, yang saat kuteliti lagi, bertekstur menyerupai sisik.   Ular?   Menurut tetanggaku itu, foto tersebut diambil menggunakan kam...

KUMPULAN KISAH NYATA JIMIB - KISAH #1 : TONG MINYAK

  Di masa SD, temanku—sebut saja Rian, tiba-tiba selalu berlari untuk pulang ke rumahnya di kala malam. Padahal ia dikenal bukan sebagai anak yang penakut.   Belakangan kuketahui dari Rian secara langsung apa yang jadi penyebabnya.   Gang tempat kami tinggal saat itu tak seramai sekarang. Kendati hanya berletak 100 meter dari jalan raya yang terbilang ramai, rumah-rumah warga relatif hanya berletak di dekat gang utama yang berupa plesteran semen saja. Sementara bagian belakang rumah warga kebanyakan adalah lahan kosong ratusan meter yang ditumbuhi pohon-pohon serta rumput liar. Saat matahari terbenam, puluhan kelelawar akan keluar dari sela-sela genting rumah dan beterbangan di atas lahan-lahan kosong ini.   Rumah Rian berletak menghadap ke salah satu lahan kosong tersebut. Terdapat total sekitar 5 rumah lain yang berletak sedikit menjauh dengan sisi kanan kiri rumahnya. Sementara tembok belakang rumah Rian berdempetan dengan tembok belakang rumah pemilik warung, yan...